Monday, January 29, 2018

Peliharalah Masa Muda

#5

 Menjejak Redha: Peliharalah Masa Muda!
Perkongsian: Mohd Hanis bin Nasruddin
Olahan: Siti Nursyuhada



Bismillahirrahmanirrahim wassolatu wassalam ala Rasulillahi al-Amin
 


"أَيُّهَا الشَّبَابُ التَارِكُ شَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي أَنْتَ عِنْدِي كَبَعْضِ مَلَائِكَتِي" 
"Wahai pemuda yang meninggalkan (nafsu) syahwatnya demi-Ku, kamu di sisi-Ku seperti sebahagian malaikat-Ku"
المصدر : إحياء علوم الدين الإمام الغزلي

         Dari Hadis Qudsi ini memberi kesimpulan kepada kita; bahawa sudah menjadi kewajiban bagi seorang pemuda untuk benar-benar:

1. Memelihara masa mudanya dari perbuatan yang dapat menjerumuskannya dalam murka Allah SWT dan dari seksa-Nya yang pedih.

2. Hendaknya ia juga menjadikan masa mudanya sebagai tangga untuk menggapai redha Allah SWT dan pahalanya yang besar.


[Penerbit Layar, DI. Yogyakarta]




***

"Keadaan kalbu bagaikan atap rumah. Jika engkau menyalakan api di dalam rumah, asapnya akan membumbung ke atap dan membuatnya hitam. Seperti itu pulalah api syahwat. Ketika api syahwat berkobar dalam tubuh, asap-asap dosa akan naik ke kalbu dan menghitamkannya."


[Ibnu Atha'illah As-Sakandari رضى الله عنه dalam Tajul 'Arus]




***

Ibnu Mubarak رحمة الله تعالى pernah bersyair;


"Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati. Dan selalu melakukan dosa akan menyebabkan kehinaan. Meninggalkan dosa-dosa dapat menghidupkan hati. Dan yang terbaik bagimu adalah menjauhinya."


[Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, 95]


Tundukkan Pandangan, Raih Kasih Ar-Rahman ❤



Habib Ali al-Jufri: Cara Memandang kepada Pelaku Maksiat?


 - والله تعالى أعلم -

Saturday, January 20, 2018

Terlena

#4

Bismillah wassolatu wassalam ala Rasulina alHabib alMusthofa

TERLENA


Oleh: Al Marhum Prof Hamka
Perkongsian : Siti Nursyuhada binti Ahmad Fuad
Olahan : Mohd Hanis bin Nasruddin

__________________


Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena

Belum sempat berzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang, Belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.

Niat pukul 9.00 pagi hendak solat Dhuha, tiba-tiba azan Zuhur sudah terdengar..

Teringin setiap pagi membaca 1 juzuk Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan.



Rancangan untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan tahajjud dan witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan.

Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berseronok dengan usia?

Lalu tiba-tiba menjelmalah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mula memanggil kita dengan panggilan "Tok Wan, Atok...Nek" menandakan kita sudah tua.

Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah buat....



Astaghfirullah, ternyata tidak seberapa sedekah dan infak cuma sekadarnya, mengajarkan ilmu tidak pernah ada, silaturrahim tidak pernah buat.

Justeru, apakah roh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat berpisah daripada tubuh ketika Sakaratul Maut?

Tambahkan usiaku ya Allah, aku memerlukan waktu untuk beramal sebelum Kau akhiri ajalku.


Belum cukupkah kita menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun?

Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, petang dan malam, perlu berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar kita BERSEDIA untuk mati?

Kita tidak pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang-orang yang terlena.

[ Pak Hamka ]


_____________


"You are who you are; you can't change it, you can't run away from it, live with it."
I am sorry. I disagree.
You're not a fixed personality. Or a set label. You can change. And You can press the reset button on who you are: spiritually, physically, socially.
But there's a catch - you need three things:
  1. Sincere Intention that you want to change.
  2. Hard work, sweat and tears to see yourself through the change.
  3. A change in your environment, to enable you to change.

Without these three, you're only hoping for change, and yes, you'll be who you are for life.
Mohammed Faris
Founder & CEO, The Productive Muslim Company




Sunday, January 14, 2018

4 Keadaan Manusia

#3

بسم الله الرحمن الرحيم

4 Keadaan Manusia
Syarah Qasidah Abi Madyan
Oleh: Ibn Athoillah as-Sakandariy

Perkongsian: Mohd Hanis bin Nasruddin
Olahan: Siti Nursyuhada binti Ahmad Fuad


Mursyid dan Murobbi kepada Syeikh Ibn Athoillah as-Sakandariy RAH, Syeikh Abu Abbas al-Mursiy RAH menasihati anak murid yang disayanginya itu:


"Keadaan seseorang hamba itu ada 4, dan tiada 5 baginya:
Nikmat, Bala, Taat, Maksiat."


1- "Jika engkau berada dalam kenikmatan,
maka dituntut daripada engkau hak untuk bersyukur."



2- "Jika engkau ditimpa bala,
maka dituntut hak daripada engkau untuk bersabar."



Kerana...?



3- "Jika engkau dalam ketaatan, maka dituntut daripada engkau hak untuk meyakini itu adalah anugerah nikmat Allah ke atas engkau."


4- " Jika engkau bermaksiat,
maka dituntut daripada engkau hak untuk beristighfar."


[Syarah Qasidah Abi Madyan - Ibn Athoillah as-Sakandariy]



Ukir senyuman...

Kerana senyuman itu permulaan,
Bagi meredakan segala masalah yang menimpa...

Jika terasa air mata ingin berderai, lepaskan ia...

Kerana dalam air mata ada masalah yang terkumpul...
Bererti kita membuang beban kita melalui air mata...☁

- M H S -




Kadang kita alpa dan leka, hanyut dalam dosa..
Sedari itu kita pantas meragukan langkah..
Terasa diri lemah dan ingin berputus asa..

Namun andai kita mengerti nilai hijrah..
Dalam mencari jalan keluar harus bermujahadah..

Kerna Syurga itu Bukan Percuma!
Bukan sembarangan orang bisa mendapatkannya..
Bahawa sesungguhnya ada harga yang mahal untuk membayarnya..


Wallahua'lam (Allah knows best).

Monday, January 8, 2018

Bahagia Itu Sederhana

#2

بسم الله الرحمن الرحيم

Bahagia Itu Sederhana

Perkongsian : Siti Nursyuhada binti Ahmad Fuad
Olahan : Mohd Hanis bin Nasruddin

Sesederhana ketika Allah menakdirkan seseorang yang terbaik.. Dengan jalan yang terbaik.. Disaat yang terbaik..

Seseorang yang terbaik itu adalah yang ia membuat para bidadari cemburu.



Diriwayatkan bahwa ibunda kita Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?" Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."

Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?” Beliau menjawab, “Karena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’”

(HR. Ath-Thabrani)



"Ya Allah, jadikanlah kami daripada kalangan orang yang terbaik di sisiMu"



  • Jalan yang terbaik itu adalah jalan mereka yang saling mencintai hanya karena Allah.Sebab itulah kesempurnaan Iman.. Ia tak kurang.. Tak lebih.. Namun pas pada takarannya!
  • Cintanya adalah cinta yang tak hanya berakhir bersama berakhirnya kehidupannya di dunia.. Melainkan cinta mereka adalah cinta yang terbaik yang akan saling menopang menuju jannah-Nya
  • Cinta yang tak akan memberi kecuali dengan pemberian yang halal dengan jalan yang halal pula..

"Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.”

(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)



"Tapi, di sebalik kesenangan ini, kemewahan, kekayaan itu bersalut bersamanya ujian, baik berupa nikmat sementara yang akan ditarik semula, atau akan terus diberi kekayaan hingga kita lupa untuk bertahmid, bertasbih, dan bertakbir, hingga sanggup 'bertuhankan' harta semata-mata. Kehidupan yang selamat ialah, *jauh daripada fakir dan jauh daripada terlalu kaya. Ya, hidup bersederhana..."
(Buku Menjadi Hamba Allah - Rezza Khanafiah)

Disaat yang terbaik adalah.. Saat keduanya saling membutuhkan dan saling menguatkan..

Terkadang manisnya kehidupan itu hanya dapat dirasakan oleh mereka yang telah melewati pahitnya kehidupan... Kehidupan panjang menuju kepada keridhaan Rabbnya.


"Pasangan suami isteri yang benar-benar matang akan berusaha mengutip ilmu rumahtangga dan mengambil ibrah berguna sebagai bekalan diri. Target yang mereka halakan adalah hingga Syurga. Mereka tidak akan putus asa berubah dan berusaha demi kelangsungan rumahtangga. Membina rumahtangga itu mudah, namun untuk mengekalkan ia memerlukan kekuatan daripada pelbagai sudut seperti kebijaksanaan, rohani, emosi, kesihatan jasmani dan mental."





































Wallahua'lam


Sunday, December 31, 2017

Niat: Cinta Kerana Allah

#1

Niat: Cinta Ini Kerana Allah !

Karya: Mohd Hanis bin Nasruddin
Olahan: Sayyidati Nursyuhada

Bismillah wassolatu wassalam 'ala Rasulina Muhammadin al-Musthofa

Dengan hammun (ambil berat/concern/interest) pada sesuatu kebaikan, kita sudah mendapat pahala..

Dengan niat, Nabi SAW menjanjikan bahawa:

...وإنما لكل امرئ ما نوى..

"...setiap seseorang akan mendapatkan apa yang dia niatkan..."

Maka, niat ini bukanlah suatu perkara kecil atau remeh, bahkan nilainya amat besar sekali.

Begitu juga bab pernikahan,
Seseorang yang niatnya ingin menikah kerana ingin menjaga kehormatan diri dan kemuliaannya, Allah pasti akan menolongnya..

Bayangkanlah, di saat pertolongan Allah datang buat hamba-Nya yang ingin menikah dek niatnya yang jujur. Kita dapat lihat betapa besarnya dan betapa pentingnya niat di sisi mukmin..

Cinta kerana Allah; 

Ertinya kita mencintai Allah terlebih dulu, 
lebih besar, lebih lama, lebih banyak, 
melebihi segala sesuatu yang lain selain Allah.

Tatkala Allah sudah lebih sering kita dampingi, 
lebih banyak kita ingati, lebih besar pengorbanan kita 
di jalan-Nya, lebih kita cintai 
berbanding yang lain...

Barulah kita layak mengatakan,

"Aku mencintaimu kerana Allah."


Maka,
Apakah sebenarnya niat kita dalam mendirikan sebuah bahtera pernikahan?

Simple sahaja ukurannya,

Jika niat kita ingin menikah kerana Allah, pasti dan pasti kita akan mengutamakan pandangan Allah daripada pandangan hawa nafsu.

Contohnya: Kita tahu berdua itu dilarang, maka kita berusaha menjarakkan / kita menyedari ikhtilat itu haram, maka kita tinggalkan yang tak perlu dan lain-lain.

Semuanya melawan arus kehendak kita..
Perasaan berat dan gelisah menerpa..

Namun rasa berat ini..Allah Maha Tahu, 
Kita sebagai hamba-Nya yakin Allah akan bantu, 
Pasti keindahanlah janji-Nya utk mereka yang sabar menunggu

Namun,
Jika niat kita bukan kerana Allah,
Maka segala rasa yang pada hakikatnya tidak baik, kita jadikan baik,
Itulah usaha syaitan mencantikkan apa yang sebenarnya maksiat.. 
Wa na'uzubillahi min zalik.

(Jom kita ambil ibrah daripada video yang akan menyusul di bawah nanti tentang Perbezaan Hati vs Dada. Semoga manfaatnya kita raih bersama lalu disampaikan kepada yang lain juga

Ayuh! Apakah yang harus dikejarkan dan dirisaukan lagi jika kita telahpun cuba menyempurnakan usaha.. Sekarang tinggal memperbanyakkan doa dan tawakkal pada-Nya...

Dalam berdoa, ingatlah sabda Rasulullah SAW:

لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ وَلاَ يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلاَّ الْبِرُّ

Yang bermaksud: "Tiada apa yang dapat mengubah takdir melainkan doa, dan tiada yang dapat menambahkan umur (seseorang) melainkan (amal) kebaikan." 
(Riwayat at-Tirmidzi)

Begitu juga, dalam bertawakkal, hayatilah firman Allah SWT yang cukup menenangkan ini:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا


Yang bermaksud: "Dan sesiapa berserah diri kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya. Sesungguhnya Allah melakukan perkara yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah menentukan tiap-tiap sesuatu.
(At-Thalaq 65:3)

Semoga Allah mencukupkan segala kehendak pasangan yang akan mahupun telah berkahwin, untuk pernikahan yang barokah, sakinah, mawaddah dan rahmah.

Semoga Allah mencukupkan lagi dengan anak-anak yang soleh solehah hasil pernikahan.

Dan, semoga Allah mencukupkan ikatan yang teguh itu berkekalan selamanya sehingga disatukan lagi di dalam Syurga Allah SWT sebagai suami isteri selama-lamanya. 

Di sana tiada lagi sengsara dan putus asa. Segala-galanya tenang, abadi dan bahagia. Allahumma amiin ya Rabbal 'Alamin.

Semoga perkongsian ini bermanfaat serta menjemput redha dan kasih sayang-Nya buat semua!

Wallahua'lam bissowab.


Animated Lecture:
[When Shaytaan Enters Heart by Ustaz Nouman Ali Khan]


Tuesday, November 28, 2017

Tentang Diri

Mohd Hanis bin Nasruddin
Kelulusan Bahasa Arab Pengkhususan Linguistik
Universiti Hassan II Mohammedia, Morocco.


Siti Nursyuhada binti Ahmad Fuad
Kelulusan Pengajian Islam Pengkhususan Usul Fiqh
Universiti Hassan II Mohammedia, Morocco.

Monday, September 18, 2017

Temuduga Guru Dini


بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Alhamdulillah...

   Hari ini saya nak berkongsi dengan pembaca sekalian berkenaan pengalaman temuduga Guru Dini di IPGK Tun Hussein Onn, Batu Pahat. Saya orang Negeri Sembilan dan memilih untuk mengajar di sekitar negeri kelahiran saya ini. Jadi, mungkin inilah sebabnya kenapa saya terpilih untuk membuat kursus Ujian Kelayakan Calon Guru (UKCG) dan juga melibatkan diri dalam temuduga untuk pemilihan sebagai guru dini mengikut kurikulum terbaru iaitu Kurikulum Bersepadu Dini (KBD).

1. UKCG

   Ujian ini ditubuhkan untuk menguji CIRI-CIRI guru dalam diri calon. Bagi saya, kerajaan semakin mengetatkan pengambilan calon guru ini kerana mereka mahu mewujudkan guru-guru yang cemerlang dalam kerjayanya. Umumnya, tidak semua yang memohon jawatan sebagai guru ini mempunyai ciri-ciri seorang guru kerana ada juga yang mohon kerja perguruan kerana nak keluar daripada pengangguran, mahu jawatan kerajaan, rasa best jadi guru dan lain-lain. 

   Secara peribadinya, sesiapa yang nak memohon jawatan guru perlulah benar-benar berminat untuk mendalami perwatakan seorang guru, bersedia berkongsi ilmu dan kefahaman kepada murid-murid dan menyandang amanah sebagai guru dan ibu bapa...

Moga saya khususnya dan pembaca secara umumnya dapat mempraktikkan ilmu-ilmu perguruan dan mengimplimentasikannya sewaktu berkhidmat. 😀 

2. Temuduga

   Waktu antara UKCG dan Temuduga untuk sesi saya sangat pendek. Masa untuk meneliti semua kitab-kitab sebagai usaha mengulang kaji mungkin tidak mencukupi tambahan lagi jika calon sedang bekerja. Tarikh UKCG saya adalah 17 Ogos 2017 manakala tarikh Temuduga Guru Dini menyusul pada 18 September 2017.  Saya mendapat e-mel daripada pihak Suruhanjaya Perkhidmatan Pendidikan (SPP) untuk panggilan temuduga adalah pada 11 September 2017 (seminggu sebelum temuduga).

Oleh yang demikian, walau apa pun yang berlaku, kita memang kena bersedia selalu, kan? 😂

Calon akan mendapat nombor kumpulan dalam surat temuduga. Kumpulan saya adalah "1D" dan alhamdulillah saya berada dalam satu kumpulan dengan rakan saya, Kamil, yang mana persahabatan kami baru terikat ketika kami bertemu di UKCG di IPG Kampus Temenggong Ibrahim yang lepas. Saya juga berada dalam satu kumpulan bersama senior saya dari Morocco, Kak Fatin Murtadza.
Alhamdulillah, tak lah saya rasa kekok kan~~

  • Karangan Dwibahasa
Sebelum saya melangkah ke dalam kelas 1D, kami akan dibekalkan dua kertas soalan:
  1. Kertas Hasrat : Menyatakan hasrat kita untuk menjadi guru
  2. Kertas B Arab : Tulis karangan Bahasa Arab
TIPS : Calon perlu menulis hasrat yang mana isi-isinya dapat diberikan penjelasan dan huraian. Macam saya, saya tulis "....seperti yang diinginkan oleh Falsafah Pendidikan Negara". Tak sangka panel tanya saya "Sila huraikan Falsafah Pendidikan Negara kepada kami"...

Saya senyum syukur sebab dah hafal~~~
Alhamdulillah

TIPS : Calon perlu menguasai penulisan Bahasa Arab kerana karangan Bahasa Arab ini bukanlah mudah. Soalannya seperti berikut:

  1. "صارتْ مهنةُ التَعْليم مِهْنَةً مرغوبةً لدى مُتَخَرِّجي الجَامِعَات": اكتب مميزات هذه المهنة مع الأدلة المناسبة.
  2. لماذا تحب أن تكون معلما؟
  3. ما هي مهرات تملكها لتصبح معلما؟
Saya nasihatkan agar calon letakkan dalil dalam karangan Bahasa Arab kalian spt ayat Al-Quran, qoul hukama', hadis Nabawi dll.

Selepas selesai tulis karangan, kami dikehendaki membuat semakan dokumen.

  • Semakan Dokumen
TIPS : Buat 2 salinan dokumen atau lebih yang telah disahkan. Ramai juga calon guru yang buat satu salinan sahaja. Pastu kena la sindiran: "Patutnya calon guru perlu bawa dokumen lengkap".

Bawa juga penyepit kertas (double clip) dan stapler untuk susun kertas secara tersusun. Dokumen original guna double clip manakala dokumen salinan yang telah disahkan guna stepler.

Susun dokumen ikut turutan senarai semak.

!!!Dokumen calon yang tak cukup tidak akan dinilai temuduganya!!!

Tunggu nama kumpulan dipanggil, lalu kami berangkat ke bilik temuduga.

  • Siri Pertama: Temuduga Berkumpulan

Calon yang melalui sesi temuduga ini (kerana ada kumpulan yang akan masuk ke siri amali dahulu) akan masuk ke dalam kelas yang dikendalikan oleh dua orang panel soleh. Kemudian, calon akan melalui peringkat-peringkat yang berikut :
  1. Pengenalan Diri
  2. Menjawab komentar panel terhadap "surat hasrat"
  3. Membuat pembentangan kumpulan
  4. Memberi personaliti peribadi bagi meyakinkan panel kita perlu dipilih bekerja dengan mereka
TIPS : Pastikan calon pakai nametag sebab ia syarat kekemasan diri sebagai guru. Sebaiknya kenakan blazer dan songkok untuk markah tambahan.

1) Pengenalan diri
Calon hendaklah perkenalkan diri dari sudut nama, tempat tinggal, kelulusan universiti, visi misi kalau ada dll

2) Surat Hasrat
Jawab semua komentar panel terhadap karangan kita dalam surat hasrat.

3) Membuat pembentangan kumpulan
TIPS : Banyakkan bercakap dan terkehadapan dalam menyampaikan input. Gunakan adab-adab mencelah, memberi soalan, mengkritik, membuat kesimpulan.

Kami diberi kertas yang mengandungi soalan berikut :

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا نُّوحِيٓ إِلَيۡهِمۡۖ فَسۡ‍َٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٤٣ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَٱلزُّبُرِۗ وَأَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلذِّكۡرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيۡهِمۡ وَلَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ ٤٤

43. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.
44. keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan

"Apakah kaitan ayat Al-Quran di atas dengan Kurikulum Pendidikan Islam"

4) Memberi personaliti peribadi
Yakinkan panel bahawa kita mempunyai ciri-ciri sebagai seorang guru berdasarkan pengalaman peribadi, pengalaman kerja, sijil, jawatan dll...

Kemudian kami berehat dan bersedia menjalani ujian Amali pula pada pukul 14:00.

  • Siri Kedua: Amali Individu

Ujian ini adalah ujian individu. Ada dua panel juga yang akan menemuduga calon dengan dua jenis skop yang berbeza:

  1. Al-Quran
  2. Bahasa Arab
1) Amali Al-Quran

Soalan yang saya dapat adalah :

*Hukum tajwid : Mad Lazim Harfi Muthaqqal (المص) dan Mad Lazim Harfi Mukhaffaf (كهيعص). Kemudian baca petikan ayat Al-Quran dan sebutkan hukum tajwid dan cara bacaan (Idham Bila Ghunnah/ Imalah dan maksudnya)

TIPS: Baca juga Isymam/Roum/Mad Farq/Mad Badal/Naql/Tashil dll

*Tebuk Surah Yassin (member lain dapat As-Sajjadah/Al Mulk/Al-Waqi'ah)

*Baca Surah An-Naba' (member lain dapat Al-'Adiyat/An-Nazi'at dan Surah Juz Amma yang lain)

TIPS: Hafal Juz Amma

2) Bahasa Arab

Soalan yang saya dapat adalah :

*Baca petikan Bahasa Arab yang tiada baris

*Jawab soalan yang diberikan secara syafawi berdasarkan petikan tersebut

*Panel tanya soalan dalam Bahasa Arab dan saya kena jawab dalam Bahasa Arab juga

  1. هل يجوز أن نشرك بالله؟
  2. ماذا تنصحه للتلاميذ الذين لا يحترمون المعلمين.
*Fardhu Ain : Sebutkan 5 sebab mandi wajib (member dapat 5 sebab batal wudu')

*Soalan luar : Baca doa selepas azan dengan betul

Inilah perkongsian saya berkenaan apa yang saya lalui semalam. Saya berdoa untuk semua calon guru agar dapat kejayaan dalam usaha mereka menjadi guru dan dipermudahkan segala urusan.

Sekian, wassalam.



Definisi Tasawuf dan Ajaran-Ajarannya

#8 بسم الله الرحمن الرحيم والصلاة والسلام على رسول الله. أما بعد. Bahagian I Definisi Tawasuf dan Ajaran-ajarannya (Kenyataan ...